Tampilkan postingan dengan label Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stories. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 November 2010

RAGAH TOHOW JAMOU LEMAWUNG SAI KATAN

KAKEK TUA DAN HARIMAU YANG TERLUKA

Di sebuah tempat yang jauh di daerah hutan Menggala. Hiduplah seorang kakek yang bernama Raja Nembang yang tinggal sendiri, istrinya yang bernama mas repah sudah meninggal tiga bulan yang lalu. Keluarga ini tidak dikaruniai anak dan sangat miskin. Lalu si kakek sangat lapar kemudian membuka gentong untuk menimpan makanan dan ternyata makanannya habis. Karena bahan makanan di gentong sudah habis beliau pergi berburu tengah hutan, setelah berburu berjam-jam lamanya sikakek berkeliling mencari hewn buruan, sikakek pun pulang dengan menahan rasa lapa.
Namun ditengah perjalanan sikakek melihat harimau, si kakek pun sangat ketakutan bagaimana jika harimau itu memakan tubuhnya yang sudah tua dan lemah. Setelah bersembunyi dan berpikir, si kakek pun mencoba membunuh harimau tersebut daripada ia yang dimangsa, dengan mengendap-endap si kakek pun mendekati harimau tersebut sambil mengacungkan senapannya kemudian si kakek terkejut ketika mendengar si harimau merintih kesakitan menahan kakinya yang terluka karena jebakan dari pemburu lain.
Dengan perasaan iba, si kakek mengurungkan niatnya dan mendekati harimau tersebut sambil menyobek pakaiannya yang lusuh dan mencari daun obat lalu dibalutlah luka di kaki si harimau dengan perasaan was-was takut apabila si harimau menerkamnya.
Setelah selesai membalut luka si harimau, si kakek pun pulang menuju rumahnya sambil membawa ubi jalar, tapi alangkah tekejutnya si kakek di depan halamannya si harimau yang diobati lukanya sudah di halaman rumahnya dengan mulut yang penuh darah. Sambil m,enahan rasa takut, si hariamu mendekat dan duduk dihdapannya dengan perasaan aneh dan bingung, sikakek pun mengelus kepala harimau tersebut. Sikakek pun tau darah yang menempel di mulut harimau adalah hasil buruan harimau tersebut yang ingin diberikan untuk sikakek yang kemudian hari,mau tersebut menjadi peliharn sikakek.
( Dinarasumberi oleh STAN RAJO ASAL)


RAGAH TOHOW JAMOU LEMAWUNG SAI KATAN

Disuateu pok sai jawah didaerah Menggalou. Uriklah seokhang kakek sai bernamo Rajo Nembang sai tepek sayan.bei now sai bernamou Mas Repah dan kak matei tegou bulan sai lalu. Keluargou ejo makkow anak dan you sangat sosah. Lalu sikakek betoh temen kemudian you ngebuka gecung pok ngejemok mekan dan ternyatou mekan nou gelek. Alah bahan mekan di gecung kak gelek lalu beliau lapah bekhbukhu di tengah hutan, kak berjam-jammeneinou sikakek bekhkeliling ngonat binatang alan waou nou tapei makkou sai di wat ditembuk binatang alan waunou, sikakek pun balik jamau nahan garon betoh.
Tapei ditengah rang luyou you ngenah lemaweng, you pun sangat kegabaian, you kalah lemaweng eno mengan you sai kak tahan ejou. Setelah yow beja mak dan yow berpikir agow mateiken lemaweng enou dari pada yow sai dikan dan bejamok-jsmok yow pun marak lemaweng enow sambil you ngacungken bedil ow, tetapei yow terkejut alah yow ngedengei barrow lemaweng ngerintih kesakitan nahan kukut now katan alah jebekan jak pemburu layin now.
Jamou perasaan kasian yow ngurungken niat now marakken lemaweng enow. Sambil yarikken kawai now sai borok yow bulung obat lalu dililikken now pok katan enow, jamou perasaan atei-atei yow gabai lemaweng enou nerkam yow.
Setelah gadeu ngelilitken katan lemaweng enow, yow pun balik adok nuwow now, sambil ngebowkekem. Tapei alangkah terkejutnow didepan nuwow now lemaweng sai diobat katan now kak di depan nuwow jamou gengos sai penuh darah. Sambil nahan garau gabai lemaweng marak dan mejeng didepan ragah tohow enow ngeluh ulew lemaweng enow dan yow pun ngelaken darah sai nempel digengah lemweng enow. Lemaweng enow adalah hasil alah wau ragah tohow enow dan sai agaw dijadeeiken urikan ragah tohow enow.

cerita Rakyat Lampung

Selasa, 02 November 2010

Abu-Abu Doloe

Terima kasih untuk sahabatku, Saudaraku.

Kian jauh kaki menjamah bumi, kian lama waktu yang tergerogoti. Tidak pernah ada yang mampu untuk menggantikan sosok sepertimu, tidak ada kenangan indah seindah kenangan yang pernah kau torehkan dengan tinta emas dalam kehidupanku. Kalian telah menjadi guru, penasihat, pembimbing, kakak dan bahkan adik dalam kehidupan ini.

Aku malu hingga saat ini masih seperti ini yang belum bisa melakukan apapun untuk kalian. Aku merasa belum berguna untuk kalian saat ini.

Aku masih ingat betul saat kita masih bersama. Terlebih saat kita bersama-sama merenung, memikirkan nasib kita setelah ujian nasional telah kita lewati. Rasa takut yang kita tanggung bersama, masa depan yang kita citakan bersama, harapan indah yang kita impikan bersama. Lulus atau tidak. Dua kata itu hingga kini masih membayang dan menjadi pemersatu tali silaturahmi kami. Tetapi dengan semangat itu, saat pengumuman hasil Ujian tiba. Kami satukan hati kita dalam genggaman cinta terhadap kebersamaan. Tidak terlupa pula heningnya kelas kami sesaat akan dibacakan pengumuman itu, bahkan secara hiperbolanya hingga mungkin semut bicara akan kami dengar saat itu. Degupan jantung kami seirama, sorot mata dan pendengaran kami pun menjadi sangat tajam, dari biasanya. ”L U L U S” , hampir kompak kata itu dilontarkan olah kami. Teriakan-teriakan bahagia itu menggelegar. Air mata bahagiapun menetes.
Banyak sekali pelajaran yang telah ku ambil dalam kebersamaan itu dan dalam semuanya.
Amat Sodikin, Anggun Ika Prastya, Asih Ratnasari, Beni, Bram Sherti Artdianzah, Christiana Shanti, Doni Widiatmoko, Endah Novita Sari, Eni Wijayanti, Evi Yulianis, Fika Andrian, Hardiyansyah, Hervi Ari Agung Safarada, Ika Widiawati, Ika Solekha, Indarsyah, Joko Susilo, Kadek Surne, Karsum, Katmiasih, Ketut Suwitre, Komang Tirtayasa, Lia Anggraini, Muhammad Natsir, Mujiyanto, Muslimah, Nego Linuhung, Niken Yolandari, Ni Ketut Suarmini, Ni Wayan Norma Nurmiati, Solekhah, Sri Purwanti, Tri Nurhayati, Thomas Kristanto, Yani Novetri, Yopi Prihandoko.
I L O V E Y O U F U L L X I I I P A